Narasi travel umroh dikerjai jemaah sampai rugi rp3 m

Tak seluruhnya orang yg berangkat ke tanah suci mekkah, bertolak dgn hati yg tulus. Beberapa di antaranya, nyata-nyatanya ada yg cuma sekedar gengsi, mencari popularitas, meruap keunggulan, bahkan cuma buat menutupi aib.

Faktor inilah yg dipercaya oleh salah satu pemilik travel umroh plus turki & haji di kota depok. Di temui di sela-sela kesibukannya kala memberikan tausiah tutorial( terhadap jumlahnya jemaah, mukhlis effendi, pemilik travel azzam al baesuni, share pengalamannya tatkala mengantar jemaah umrah & haji.

Salah satu narasi yg tidak dilupakannya ialah, diwaktu dirinya & keluarga terpaksa jual banyaknya barang bernilai yg dipunyai akibat kenakalan salah seseorang jemaah. Keseluruhan budget yg beliau mesti keluarkan kala itu mencapai lebih dari rp3 miliar.

Kisah ini berjalan di 2014 dulu, dikala itu laki laki yg akrab disapa haji mukhlis ini mengantar banyaknya jemaah buat beribadah umrah. Dari sekian tidak sedikit jemaah tersebut, nyatanya ada salah seseorang jemaah yg memakai momen bukan buat beribadah, melainkan berdagang.

Yg membuatnya semakin pusing yakni, tersangka pernah menghilang dari rombongan sampai batas disaat yg sudah ditentukan. Akibatnya, mukhlis pun terpaksa menaikkan periode sewa penginapan di hotel, sampai hasilnya ditinggal pesawat.

Kepada� kala itu, nyata-nyatanya salah satu jemaah yg aku bawa sedang keliling berdagang & laksanakan gerakan yg di luar aturan travel hingga mengakibatkan keterlambatan pesawat & terpaksa kami mesti memperpanjang musim sewa inap hotel. Waktu itu, aku berpikir, bisa jadi allah miliki kehendak lain,” tuturnya, waktu ditemui di kantornya di kawasan sukmajaya, depok, jawa barat, kamis 12 april 2018.

Akibat ulah salah satu orang jemaah yg tidak disebutkan namanya itu, haji mukhlis pun terpaksa mengeluarkan duit penambahan yg totalnya mencapai lebih dari rp3 miliar. Waktu itu, beliau cuma memiliki saat tatkala tiga hri utk langsung melunasi anggaran administrasi, biar para jemaah dapat pulang ke indonesia.

Aku� pernah pusing, tapi untunglah aku punyai istri & keluarga yg sabar. Istri aku bilang, enggak apa-apa pah, maksud kita kan memulangkan tamu allah, ikhlasin aja. Hasilnya, istri & keluarga aku menjual perhiasan, aku gadai jumlahnya mobil ditambah tabungan. Keseluruhan anggaran yg mesti kami keluarkan kala itu lebih dari rp3 miliar,” jelasnya